TANGERANG | Banten Port News.com – Ketua FSP TSK MJH Banten, Rustam Effendi, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Menteri Desa terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, pernyataan yang menyebut warga desa baru bisa menikmati telur dan ayam melalui program tersebut merupakan bentuk komunikasi yang keliru dan merendahkan masyarakat pedesaan. Sabtu (4/7/2026).
"Logikanya terbalik dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin petani dan peternak yang setiap hari menghasilkan dan memasok telur, ayam, serta berbagai hasil bumi ke kota justru digambarkan seolah-olah baru bisa menikmatinya karena program pemerintah? Ini bukan sekadar salah ucap, tetapi menunjukkan argumentasi yang sudah kehilangan dasar," tegas Rustam.
Ia menilai, alih-alih menjelaskan manfaat MBG dengan data yang kuat, pernyataan tersebut justru menggeneralisasi kondisi masyarakat desa dan berpotensi melukai harga diri jutaan warga yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
"Kalau sudah kehabisan cara mempertahankan program, lebih baik fokus pada evaluasi dan perbaikan. Jangan merendahkan masyarakat desa demi membangun citra program.
Desa bukan objek pencitraan politik," ujarnya.
Rustam menegaskan bahwa desa merupakan pusat produksi pangan nasional.
Menurutnya, petani dan peternak bukan sekadar penerima manfaat, tetapi pihak yang selama ini menyediakan bahan pangan bagi masyarakat luas, termasuk untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
"Jangan jadikan desa sebagai kambing hitam untuk menutupi kelemahan komunikasi pemerintah. Hormati petani dan masyarakat desa dengan pernyataan yang berbasis fakta, bukan narasi yang justru merendahkan mereka," pungkas Rustam.
Ketua FSP TSK MJH Banten: Pernyataan Menteri Desa Soal MBG Dinilai Merendahkan Martabat Warga Desa
#Update