CILEGON | Banten Port News.com – Proses pemilihan calon Ketua Karang Taruna Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, mulai mendapat perhatian dari kalangan pemuda dan tokoh masyarakat. Tahapan penjaringan bakal calon yang berlangsung pada Kamis (30/7/2026) turut diwarnai sejumlah catatan terkait mekanisme pembentukan panitia Caretaker.
Dalam proses penjaringan tersebut, sejumlah pemuda mengikuti tahapan pencalonan yang difasilitasi oleh panitia Caretaker sebagai bagian dari persiapan pemilihan Ketua Karang Taruna Kelurahan Citangkil.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Citangkil periode 2021–2026, Gallyh Akur Aulia, menyatakan dukungannya kepada salah satu bakal calon. Menurutnya, sosok tersebut dinilai memiliki kapasitas dan komitmen untuk melanjutkan program organisasi serta memperkuat peran pemuda dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Namun, di balik dukungannya terhadap proses regenerasi, Gallyh juga menyampaikan keberatan terhadap pembentukan panitia Caretaker. Ia menilai mekanisme tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi di tengah anggota Karang Taruna maupun masyarakat.
“Menurut saya, ini jelas-jelas ada kepentingan kelompok tertentu. Karena di wilayah Kecamatan Citangkil ada tiga kepengurusan yang SK-nya sudah habis, di antaranya Karang Taruna Samangraya, Citangkil, dan Warnasari. Tapi kenapa Karang Taruna Samangraya tidak di-Caretaker? Ada apa?” tegas Gallyh.
Ia menegaskan, dirinya tetap menghormati proses regenerasi kepengurusan Karang Taruna Kelurahan Citangkil. Namun, keberadaan panitia Caretaker menurutnya harus memiliki dasar yang jelas, transparan, serta mengacu pada aturan organisasi yang berlaku.
“Saya menghormati proses regenerasi kepengurusan Karang Taruna Kelurahan Citangkil. Namun, saya keberatan dengan adanya panitia Caretaker karena menurut pandangan saya, mekanisme tersebut harus memiliki dasar yang jelas dan disepakati bersama sesuai aturan organisasi,” ujarnya.
Gallyh berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berlangsung secara terbuka dan demokratis dengan melibatkan seluruh unsur Karang Taruna. Menurutnya, proses yang transparan akan menjadi fondasi penting agar ketua terpilih nantinya benar-benar memperoleh legitimasi dan kepercayaan dari anggota.
“Saya berharap proses pemilihan Ketua Karang Taruna Kelurahan Citangkil dapat dilakukan secara terbuka, demokratis, dan melibatkan seluruh unsur Karang Taruna, sehingga hasilnya benar-benar mendapat kepercayaan dari anggota. Saya juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan musyawarah dan menjaga kondusivitas demi kemajuan organisasi serta kepentingan para pemuda di Kelurahan Citangkil,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, sorotan mengenai mekanisme pembentukan panitia Caretaker tersebut menjadi bagian dari dinamika regenerasi organisasi kepemudaan di Kelurahan Citangkil. Proses selanjutnya diharapkan tetap berjalan sesuai ketentuan organisasi dan mengedepankan musyawarah demi menjaga soliditas Karang Taruna.